Selasa, 30 Juni 2015

Tata Letak Pergudangan

Dalam industri manufaktur, secara umum tata letak dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu : 
  1. Tata Letak Proses (process layout) 
Tata letak fungsional – penyusunan tata letak dimana alat yang sejenis atau mempunyai fungsi yang sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Misalnya mesin-mesin bubut dikumpulkan pada daerah yang sama, sedemikian pula mesin-mesin potong diletakkan pada bagian yang sama seperti dalam gambar 1.1






Mesin-mesin ini tidak dikhususkan untuk produk tertentu melainkan dapat digunakan untuk berbagai jenis produk. Model ini cocok untuk discrete production dan bila proses produksi tidak baku, yaitu jika perusahaan membuat jenis produk yang berbeda. Jenis tata letak proses dijumpai pada bengkel-bengkel, rumah sakit, universitas atau perkantoran. 
Kelebihan dan kelemahan Tata Letak Proses terlihat dalam tabel berikut : 

2. Tata Letak Produk (product layout) 
Apabila proses produksinya telah distandarisasikan dan berproduksi dalam jumlah yang besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak dari awal sampai akhir. Ilustrasi dari tata letak produk dapat dilihat dalam gambar 1.2 

Kelebihan dan kelemahan Tata Letak Proses terlihat dalam tabel berikut : 
3. Tata Letak Posisi Tetap (fixed positon lay out) 
Dipilih karena ukuran, bentuk ataupun karakteristik lain menyebabkan produknya tidak mungkin atau sukar untuk dipindahkan. Tata letak seperti ini terdapat pada pembuatan kapal lautm pesawat terbang, lokomotif atau proyek-proyek konstruks. Tata letak posisi tetap terlihat dalam gambar 1.3



Kelebihan dan kelemahan Tata Letak Tetap terlihat dalam tabel berikut : 
4. Layout kelompok, sering juga disebut group layout
Pengaturan tata letak fasilitas produksi ke dalam departemen tertentu atau kelompok mesin bagi pembuatan produk yang memerlukan proses operasi yang sama. Setiap produk diselesaikan pada daerah tersendiri dengan seluruh urutan pengerjaan dilakukan pada departemen tersebut.

5. Layout U
Pada layout berbentuk U, pintu masuk dan keluar material dan produk jadi pada posisi yang sama. Layout ini merupakan variasi bentuk menyerupai huruf u atau setengah melingkar. Tujuannya adalah agar lebih fleksibel dalam menambah atau mengurangi jumlah pekerja apabila terjadi perubahan jumlah permintaan produk.

6. Layout garis dan fungsi
Layout garis dan fungsi adalah pengaturan tata letak dengan mengkombinasikan kedua tipe, yaitu layout proses dan layout produk. Caranya adalah dengan menempatkan mesin-mesin ke dalam departemen-departemen menurut tipe mesin yang sama, sedangkan pengaturan masing-masing departemen didasarkan urutan operasi produk.   Tujuannya adalah mengeliminir kelemahan dan layout proses dan layout produk.

7. Layout garis dan U   
Pengaturan tata letak fasilitas produksi dengan cara penggabungan seperti ini, alokasi operasi diantara pekerja sebagai respon terhadap variasi jumlah produksi dapat dicapai. Penggunaan layout ini cocok untuk operasi yang bersifat rakitan seperti pabrik kendaraan bermotor, elektronik, karena lebih efisien dan fleksibel dalam menghadapi perubahan permintaan.

Perlu diingat, bahwa prinsip yang selalu dipegang dalan memilih layout adalah yang baik apapun tipenya, variasi ataupun tingkatannya tidak menjadikan masalah pada prakteknya tujuan kita dapat terpenuhi dan terpuaskan.

Apabila  digambarkan,  tipe  layout  tersejbut  diatas pada dasarnya  merupakan tipe fungsional, tipe garis, dan tipe U sebagai berikut:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar